Berkunjung ke Pabrik Kiswah di Makah

Posted on August 14, 2011 by

0


Contributor: Rini Andriany

Source : wikipedia.org

Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke pabrik Kiswah di Makah. Pabrik kiswah adalah tempat pembuatan kain penutup Ka’bah yang berwarna hitam yang kelilingnya dihiasi kaligrafi ayat-ayat suci Al Qur’an yang terbuat dari benang emas. Pabrik kiswah dan Museum Ka’bah dibuka untuk umum, namun harus membuat surat permohonan ijin berkunjung yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri Saudi Arabia di Jeddah.

Sedikit pengantar mengenai Kiswah ini, dahulu, kiswah yang terbuat dari sutera hitam itu didatangkan dari Mesir dan biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah Mesir pada sekitar tahun 950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an

Setiap tahun, kiswah-kiswah indah yang dibuat di Mesir itu diantar ke Makkah melewati jalan darat menggunakan tandu indah yang disebut mahmal. Pengiriman kiswah dari Mesir pernah terlambat hingga awal bulan Dzulhijjah. Hal itu terjadi beberapa waktu setelah meletusnya Perang Dunia I. Melihat situasi yang kurang baik pada saat itu, Raja Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Arab Saudi) mengambil keputusan untuk segera membuat kiswah sendiri mengingat pada tanggal 10 Dzulhijjah, kiswah lama harus diganti dengan kiswah yang baru.

Usaha tersebut berhasil dengan pendirian perusahaan tenun yang terdapat di Kampung Jiyad, Mekkah. Setelah Perang Dunia I berakhir, Raja Farouq I dari Mesir kembali mengirimkan kiswah ke tanah Hijaz. Namun, melihat berbagai kondisi pada saat itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi dibawah Raja Abdul Aziz Bin Saud memutuskan untuk membuat pabrik kiswah sendiri pada 1931 di Makkah. Hingga akhirnya kiswah dibuat di Arab Saudi sampai saat ini.

Saat kami tiba di tujuan langsung diantar menuju Pabrik kiswah yang kemudian dilanjutkan ke Museum Ka’bah yang berada di sebelahnya. Di Pabrik kiswah ini kami melihat tempat pemintalan benang sampai menjadi kain kiswah yang menggunakan mesin tenun modern dengan teknologi komputer, tempat pemintalan yang menggunakan alat tradisional yang sekarang sudah tidak dipakai lagi dan tempat pembuatan sabuk emas atau kaligrafi ayat-ayat suci Al Qur’an.

Pembuatan sabuk emas terdiri dari 16 bagian, yang semuanya dikerjakan oleh pekerja laki-laki yang sangat terampil merajut benang emas dengan rapi. Kiswah terdiri dari 3 lapis yaitu warna putih, hijau dan hitam.

Menurut informasi yang kami dapat dari pemandu kunjungan Pabrik kiswah, biaya produksi pembuatan kiswah sebesar 16-20 juta riyal atau sekitar 40-50 miliar rupiah. Waktu pembuatan kiswah sekitar 4 bulan, untuk penyelesaian keseluruhannya kurang lebih satu tahun karena kiswah Ka’bah diganti setahun sekali setiap tanggal 9 Dzulhijjah pada saat jamaah haji sedang melakukan wukuf di Arafah. Kiswah yang bekas dipakai akan dipotong-potong untuk dibagikan kepada para pemimpin negara yaitu raja-raja atau presiden.

Setelah mengunjungi Pabrik kiswah, kami ke Museum Ka’bah yang terletak disebelah Pabrik kiswah. Museum ini berisi benda-benda bersejarah mengenai Ka’bah yaitu komponen ka’bah jaman dahulu; mulai dari tangga, pintu-pintu, kunci, tiang penyangga, kiswah (kain penutup) yang terdiri dari kain luar berwarna hitam dan dalam berwarna hijau, juga ada logam pelindung hajar aswad yang berupa lempengan berbentuk oval. Selain komponen ka’bah, juga terdapat pemintal kain kiswah, sumur zamzam tempo dulu, kantong air yang terbuat dari kulit, beberapa batu dengan pahatan tulisan arab, manuskrip, serta Al-quran tulisan tangan dari jaman ke jaman. Bukan hanya itu saja, di sana juga tersimpan satu dari tiga bekas tiang penyangga di dalam Ka’bah yang tingginya sekitar 14 meter, juga ada tangga Ka’bah dari kayu yang usianya lebih dari 400 tahun.

Anggota DWP KJRI Jeddah sangat antusias dengan kunjungan ke tempat ini, mereka banyak bertanya dan mengabadikan gambar-gambar dengan kameranya. Tetapi, dikarenakan keterbatasan waktu, kami harus meninggalkan Museum Ka’bah pukul 11 siang. Kami sangat senang dapat berkunjung ke Pabrik kiswah dan Museum Ka’bah karena banyak memperoleh pengetahuan serta pengalaman yang berharga mengenai kiswah dan sejarah Ka’bah.

About these ads
Posted in: Info Jalan-jalan