Sekilas Info Sekolah-sekolah di Jeddah

Posted on August 10, 2011 by

2


Contributor: Euis Fauziah

Ketika memutuskan untuk ikut kepindahan suami ke Jeddah, satu yang  bikin saya pusing, SEKOLAH ! Yup sekolah yang bikin bingung, pusing, riweuh. Kebetulan suami yang berangkat duluan ke Jeddah , sementara iqoma (KTP kalau istilah di Indonesia) belum jadi saya dan anak anak masih tetap di Indonesia
Survey, googling dilakukan, gile booww…sekolahnya mahal-mahal bangettt…..sementara suami yang sudah duluan di Jeddah survey langsung ke TKP, ternyata alhamdulillah wasyukurilah..ada juga level SDN di Saudi…hehehehe…
Ternyata sekolah di Saudi sama juga dengan sekolah di Indonesia , banyak kasta-kastanya. Bedanya disini dilihat dari negara mana yang mendirikan sekolahan tersebut.
Ok lah…daripada ribet dan lama preambulenya gue mulai yah..
Berdasarkan pengamatan pribadi, sekolah dikategorikan pada :
Sekolah resmi kedubes (Indonesia, Philipina, Bangladesh, India, Pakistan, dsb)
Sekolah internasional bule (Amerika, British, Lebanon)
Sekolah internasional acha, acha (India, Pakistan )
Sekolah Saudi (Arab Saudi)
TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)
Sekolah Tahfidz Qur’an
Untuk bahasa menurut pengamatan yang amat sangat pribadional, sekolah dimanapun Insya Allah akan didapat 2 bahasa, English and Arab. Yaaa wajar lah yaw tinggalnya juga di Arob…
Kurikulum biasa dipakai kurikulum British, American, India, Indonesia atau negara lainnya.
Secara keseluruhan sekolah-sekolah di Saudi pastinya ada pengajar Saudinya, karena diharuskan mendapatkan pelajaran agama Islam dan juga pelajaran bahasa arab, namun masing-masing sekolah mempunyap kebijakan sendiri dalam porsi agama dan bahasa.
Sekolah resmi kedubes
Sekolah Indonesia Jeddah
Konon Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) atau sekolah Pancasila adalah sekolah indonesia di luar negri yang paling besar dari belahan dunia manapun, sumpee…..tidak hanya di Jeddah di Mekah pun ada Sekolah Indonesia Mekkah (SIM)
Sekolah ini dibawah naungan KJRI , dengan kurikulum Indonesia dan bahasa pengantar Indonesia. Secara budaya insyaallah cocok dengan kita, karena pengajarnya pun orang Indonesia juga. Semua elemen pendidikan sumbernya dari Indonesia Raya
Bahasa pengantar bahasa Indonesia, SPP sekitar SAR 150-200.
Darul Ulum Jeddah
Sekolah ini diprakarsai oleh ibu DR Elly Maliki MA
Kategori swastanya sekolah Indonesia. Kurikulum sama dengan kurikulum Indonesia, hanya saja di sekolah ini ada tambahan beberapa buku-buku dengan muatan englishnya selain buku-buku yang diadakan dari Indonesia. Bahasa pengantar dan bahasa pergaulan yaaa bahasa Indonesia. Tenaga pengajar pun orang-orang Indonesia. SPP sekitar SAR 150-200.
Selain sekolah Indonesia, tentunya ada sekolah kedubes lain, misalnya Sekolah Philipina, India, Pakistan, dsb yang mengacu ke kurikulum masing-masing negara. Yaaa jangan marah kalau sekolah di sekolah Philipina disuruh nyanyi lagu kebangsaan dan hormat bendera Philipina. Lha emang sekolahannya mereka kok…. SPP-nya rata-rata di bawah SAR 500 per bulan.
Sekolah bule (America, British, Lebanon)
Sekolah yang levelnya diatas SAR 1.000 perbulan (lebih malah….;p)dengan kurikulum american, british . Biasanya tenaga pengajarnya berasal dari america, british , lebanon. Tapi dijamin keluar dari sekolah ngomongnya udah wes ewes ewes bablas angine…lah lancar jowone reekkk…..:D
Sekolah acha, acha (India, Pakistan)
Ngga tau kenapa gue demen banget namain sekolah acha, acha, lah wong tiap ngomong iya atau nggak tuh pasti geleng-geleng kepalanya….
Naahhh…sekolah ini middle…cocoklah buat gue yang punya penghasilan pas-pasan….(pas ada sale belanja, pas ada libur jalan-jalan …. :D)
Standar SPP sekolah ini berkisar antara SAR 200 – SAR 800. Tenaga pengajar seputar India , Pakistan. Kurikulum ada yang pakai kurikulum India, American ada juga British.
Bahasa pengantar English tapi kebanyakan yang bersekolah disini warga negara India, Pakistan, Mesir, Lebanon. Kemungkinan 2 bahasa yang akan di dapat anak. Ketika belajar harus paham bahasa English tapi ketika bermain mereka menggunakan bahasa Arab bahkan mungkin si anak sedikit-sedikit faham bahasa Urdu atau Hindi.
Sekolah Saudi
Sekolah Saudi di peruntukan untuk orang Saudi semata, iya lah boww….ngga mau rugi kalau expat pada masuk, lah wong sekolah tersebut gratis tis tis sampe buku dan baju…bahkan untuk level SMA dan kuliah malah di kasih uang sangu.
Tapi ada juga orang Indonesia yang bisa di sekolah Saudi karena bekerja di instansi pemerintahan Saudi atau mungkin dia punya rekanan banyak seputar Saudian. Tapi…kalaupun mau dan bisa di sekolah Saudi, orangtua dan anak harus siap dan mampu bahasa Arab.
TPA ( Taman Pendidikan Alquran)
Selain sekolah-sekolah formal, ada juga TPA loh disini. TPA ini copy paste dari TKA/TPA yang menjamur di Indonesia sejak tahun 90-an (sejak diperkenalkan metode Iqra’ oleh KH Assad Humam).
Ada 2 TPA di Jeddah:
TPA Darul Ulum dan TPA Annasiriyah
TPA Darul Ulum diadakan seminggu 3x setiap hari Sabtu, Senin, Rabu dari pk 17.00-20.00 malam (eh kadang-kadang pk 20,00 masih baru Maghrib ding). Materi yang disampaikan seputar membaca Iqro’, hadist, hafalan-hafalan doa, dsb.
TPA Annasiriyah diadakan setiap hari dari Sabtu – Rabu , dari jam pk 17.00-20.00, materi yang disampaikan secara keseluruhan sama dengan TPA Darul Ulum.
Pada bulan Ramadhan, waktu belajar berubah dari pk. 20.00-22.00 malam…nocturnal euyyy….

Para pengajar TPA terdiri dari orang-orang Indonesia yang menetap di Jeddah.

Ada yang kelewat….kalau kita pengen banget sekolah yang nuansa Saudi dan ingin lancar bahasa Arab dan tahfidz serta logat ngaji Arab yang kental, sekolah Arab juga punya sekolah swastanya.

Sekolah Tahfidz

Sekolah Arab Saudi swasta
Sekolah ini dinamakan dengan sekolah Tahfidz Qur’an.
Levelnya juga macam-macam dari yang murah sampai yang mahal, dari yang bayarannya setahun cuman SAR 1.000 sampai yang SAR 15.000 per tahun
Materi yang disampaikan sekitar akhlak, hafalan alquran, agama Islam dengan bahasa pengantar bahasa Arab. Semua elemen pendidikan yaa…orang-orang Saudi, eh ngga juga ding…ada juga orang Yaman, mayoritas guru-guru tersebut adalah penghafal Al Quran dan kurikulum yang digunakan kurikulum Saudi.
Hhhmmm…apalagi yaahh…kayaknya ini yang baca juga udah capek dan males juga kali yaa…kepanjangannnnn…..