Argo Dammam, si Kereta Arab

Posted on September 3, 2011 by

0


Contributor : Euis Fauziah

Di depan stasiun kereta Dammam

Pernah coba transportasi apa aja di arab?taksi?mobil pribadi?kereta api?emang ada..?waahhh…sayang loohhh…coba nikmati sensasi naik kereta api di tengah gurun…serasa kayak pelem-pelem koboiii…..kereta melaju dengan kecepatan tinggi sementara koboinya ngos-ngosan ngejar si kereta api..hihihihi..dan…keretanya serasa milik kita sendiri…ehem!

Di seluruh wilayah Saudi transportasi yang umum digunakan adalah kendaraan roda 4 atau lebih,. ya mobil , mobil taksi, mobil bus dan mobili ini kek mobilitu kek , terserah…..

Tapi ….ternyata ada salah satu transportasi umum dan satu-satunya di saudi yang berbeda, yup…kita bisa merasakan kereta api dari kota Dammam menuju Riyadh, atau sebaliknya

Dammam dan Riyadh adalah 2 kota besar di Saudi, sekitar kurleb 1250km dari Jeddah di Eastern Province berbatasan dengan negara Bahrain. Riyadh Dammam di tempuh dengan jarak kurleb 375km (kurleb 850 km dari Jeddah)

Rasanya ber-kereta api di tengah gurun…..serasa jadi indiana jones, pemandangan memang tidak semenarik di Indonesia yang hijau royo-royo tapi  memberikan pengalaman yang berbeda.

Pengalaman paling menarik adalah ketika pertama kali datang ke stasiun. Secara arsitektur, gedung stasiunnya sangat bagus. Pembagian ruangan stasiun seperti Stasiun Beos di Jakarta Kota. Latar belakangnya juga gedung stasiun, bukan gedung militer.
Beberapa point yang mungkin bisa dijadikan referensi.
1. Tiket harus dibeli di loket. Sama sekali belum ada cara beli tiket lewat internet . Silakan buka http://www.saudirailways.
2. Sementara ini, kereta penumpang cuman melayani Dammam-Riyadh. Di seluruh KSA (dan konon di seantero jazirah Arab), cuman kereta ini yang beroperasi.
3. Kalau nggak salah, ada 5 kali (atau 4 kali) jadwal pemberangkatan setiap hari, baik berangkat dari Dammam maupun berangkat dari Riyadh.

4. Harga tiket:
a. Kelas 2 (available 3 gerbong) = SR 60
b. Kelas 1 (available 2 gerbong) = SR 75
c. Kelas VIP (available 1 gerbong) = SR 150

5. Kelas 1 relatif kosong melompong. Mungkin cuman terisi sekitar 20%. Tapi di kelas 2, relative padat. Sekitar 90% kursi terisi penuh.
Sebenarnya antara kelas 1 dan kelas 2 bisa dibilang gak ada bedanya. Kursinya tidak full reclining dan tidak bisa diputar. Jadi setengah gerbong pasti duduk maju dan setengah gerbong pasti duduk mundur. Pokoknya kalah deh sama kereta Argo.
Sepertinya, perbedaan antara kelas 1 dan kelas 2 adalah jarak antara kursi. Sepertinya jarak antara kursi (yang efeknya adalah kelegaan kaki untuk selonjor) di kelas 1 lebih longgar daripada kelas 2. Makanya harganya lebih mahal 15 riyal.
Sedangkan yang kelas VIP, konfigurasi kursinya adalah 1-2 (1 baris 3 kursi). Kursinya seperti kursi kantor berlapis kulit, full reclining dan bisa diputar menuju arah majunya kereta, serta jarak antara kursi sangat lebar.

6. Ada lagi fasilitas yang cukup bagus menurut saya. Koper besar tidak boleh masuk gerbong penumpang. Jadi sistemnya seperti pesawat, koper besar harus masuk bagasi. Waktu mengambil bagasi di stasiun tujuan pun, koper diantar lewat conveyor belt seperti di airport. Jadi praktis tidak ada kekhawatiran ketiban koper di dalam gerbong penumpang…he…he..he..

7. Yang cukup bagus juga, semua koper baik yang ingin dibawa ke kabin maupun yang akan masuk bagasi harus melewati X-ray seperti standar airport.

8. Dari Dammam ke Riyadh, cuman 2 kali berhenti di stasiun. Itupun tidak jauh dari Dammam (kurleb 90 menit dari Dammam sudah pernah berhenti di 2 stasiun tsb). Jadi selama 3,5 jam lebih, perjalanan tidak pernah berhenti di stasiun manapun.
Selamat mencoba berkereta di gurun…
Posted in: Info Jalan-jalan