Abaya? Don’t worry… It can be colorful!

Posted on September 26, 2011 by

0


Contributor : Dini Fabria
 Sepertinya sudah hampir lazim sekali kalo sang kepala keluarga alias suami yang duluan ke Jeddah, setelah itu baru keluarga bisa menyusul. Mengenai berapa lama masa istri dan anak bisa menyusul, tergantung banyak faktor…..tergantung nego suami dengan perusahaan, atau tergantung ‘kecepatan’ administrasi surat-menyurat, atau tergantung faktor keberuntungan :p. Saya sendiri termasuk yang beruntung kali ya *hoekk ge-er*, karna kurleb 1 bulan suami di Jeddah, saya dan anak sudah mendapat ijin untuk ikut berangkat😉.
Selama masa menunggu itu, misua udah wanti2 kalo cuma bawa abaya atawa gamis ala Arab yang harus berwarna hitam. Oww myyyy….??? Gamis dan abaya sama2 pakaian terusan, hanya sedikit perbedaannya adalah, kalo abaya lebih kepada pakaian luar yang menutup pakaian di dalamnya lagi, lebih mendekati arti jilbab atau hijab itu sendiri. Trus bicara warna, memang semacam ada kesepakatan faham di sini bahwa abaya yang dikenakan harus berwarna hitam. Mmmhh, kalo yang saya dengar dari teman yang berasal dari Yaman atau dari teman lain asal Afrika yang sudah dari kakek-neneknya bermukim di sini, hitam adalah warna yang sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah. Sedangkan dari yang saya baca2 mengenai warna pakaian wanita asal tidak masuk kategori mencolok. Well, perbedaan tersebut tentu tak membuat kita berselisih bukan, tapi semakin membuat kita berlomba mencari dan berbuat yang terbaik. Tapiiiiiii….kita kan tinggal di sini bo’, mau ga mau kan kita kudu nurut dengan aturan yang ada heheheheee…..
Teman yang pernah tinggal di Riyadh pernah cerita kalo di sana abaya harus hitam dan (baik muslimah atau bukan) tetap harus menyampirkan selendang di kepalanya. Di Riyadh memang lebih ketat, mutawa (polisi syariah) bertebaran di mana2, ‘sweeping’ para wanita yang tak mengikuti aturan. Jangan deg2an dulu temanss, di Jeddah lain lagi… Di Jeddah ekspresi ber-abaya lebih bebas, kalo jalan2 di mall2 (secara jalan2nya banyakan di mall :p) atau di tempat2 keramaian seperti taman atau pantai, kamu akan nemuin para muslimah yang ber-abaya warna-warni, ada yang tetap hitam dengan blink2 atau gambar2  dan warna2 tambahan di lengan, punggung, atau bagian depan…ada juga yang berwarna coklat, biru, dll. Dan yang non muslim (kebanyakan di sini yang berasal dari Filipin yah), mereka tidak memakai tutup kepala, daannn…ga ada yang negur atau nangkep😀. So, don’t worry be happy yah..tetep bisa modis sesuai syarí kok..yayyyy….!
Harga abaya sangat bervariasi, mulai dari 10 sar sampai 7000 sar (yang saya tau ya, ga tau kalo ada yang lebih murah ato lebih mahal lagi). Whatt…?!?!??? What nyang mane nie hehee….. Bener kok bukan omdo (omong doang) belaka. Harga abaya termurah itu bisa didapatkan di Balad, tepatnya di gelaran (emperan) di depan Al Baik Balad dekat Mahmal Mall, terkadang ada di tengah2 pertokoan emas Balad. Tapi tentu saja yee kualitinya ga jamin, karna hasil inspeksi saya, abaya yang dijual seharga itu seperti barang2 seken atau reject. Di Balad juga kamu bisa nemuin abaya2 lain yang harganya minimal 50an sar, ada yang sudah jadi, ada yang pesan sesuai ukuran badan (yang ini jadinya sekitar 3-7 hari), atau kalo mo pilih2 bahan di toko2 tekstil juga boleh (harga bahanya sekitar minimal 15 sar per meter). Beberapa toko tekstil ini menerima servis jahitan sekalian. Yang ala butik juga seabreg, butik2 abaya tersebar diantaranya di Tahlia st atau di dalam mal2, tapi inga’inga’ ya siapin fulus kira2 minimal 500 sar. Di butik ini pastinya ada servis lebih, misalnya kalau ada aksesoris payet atau batu2 di abaya yang kita beli copot, bawa aja ke butik tempat kita membeli itu dan mereka siap mengganti dengan yang baru. Ada juga butik semacam My Fair Lady, yang menyediakan bahan2 abaya dan aksesorisnya, jadi customer tinggal pilih2 dan menentukan desain seperti yang diinginkan. Untuk yang ini harganya sekitar 1000an sar. Ohya, yang jual online juga ada, salah satunya di http://www.facebook.com/pages/ABAYA-JILBAB-HIJAB-SCARF/107800959936, silahkan dicek sendiri ya, kebetulan belon pernah beli😀. Nah kalo yang paling mehong, saya temuin di Fitaihi. Toko emas dan batu2 berharga sih sebenarnya, tapi di lantai 5 nya (kalo ga salah) dijual fashion anak2, bapak2 dan ibu2 juga. So surprise megang abaya harganya 7000an sar. Uhuk..uhuk… Maaf yaaa ga sempat memperhatikan lebih lama gimana bahan dan asesorisnya……karna saya harusss….kabuuuurrr……!!!!! =))
Posted in: Random Info