Restoran ASIA

Posted on December 23, 2011 by

2


Kontributor : Vica Item

Dari namanya sudah bisa ditebak bahwa restoran ini menyajikan makanan Asia, walaupun spesialisasinya adalah makanan Thailand. Restoran favorit kami ini juga menjadi favorit  travel umroh / haji tur dari Indonesia. Dalam musim umroh / haji, jangan mencoba masuk, kalau melihat bus besar diparkir atau berhenti di luar . Kalau mau nekat sih bisa aja, tapi antriannya panjaaang dan lamaaaa. Lokasinya juga strategis, yaitu di pinggiran Sari street arah Corniche, belok kanan, pas sebelum pom bensin pertama. Restoran ini ada 1 bagian tambahan, selain family dan bachelor section, yaitu adanya kamar makan yang muat untuk setidaknya 8 orang.

Tom Yum Soup @Asia Restaurant (source : http://www.foodspotting.com)

Menu yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari makanan laut, ayam, dan daging sapi. Dan karena buku menunya ada gambar makanannya, kita bisa mengira-ngira lah gimana nanti bentuknya. Ga perlu tanya-tanya lagi. Favorit kami adalah udang tom yum (hot and sour soup). Rasanya biasa aja sih, ga ada istimewanya, tapi segar. Appetizer favorit kami adalah shrimp tempura. Gambar di menu tidak terlihat menarik, tetapi pas datang ternyata tampilannya bagus loh, kebalik ga sih? Rasanya juga kurang gurih, harus dimakan pakai saus asam manis thailand-nya.

Dalam pilihan menu untuk main course, Asia punya berbagai cara memasak, stir fry, goreng, asam manis dll. Untuk daging sapi, favorit kami adalah broccoli beef stir fry dan beef cashew. Nah ini lumayan ada rasanya,  dagingnya juga cukup empuk untuk stri fry. Untuk ayam, yang kami suka sih, chicken vegetables karena banyak sayurnya. Tapi sekali lagi, rasanya masih kurang garam atau saus Kikkoman atau maggi sekalian. Sayangnya restoran ini begitu pedenya sampe garam n lada aja ga disediakan di meja.

Kami sudah mencoba fried fish with saus,tapi kok ikannya ga panas. Sepertinya ikannya udah prefried kemudian dipanaskan. Itulah sebabnya kami tidak pernah pesan menu ini lagi. Sebaliknya, coba deh  Fried noodles with shrimp, bukan yang Thai fried noodles yang terlalu asam untuk selera kami ya. Mie gorengnya tuh lumayan kayak mie goreng tek-tek yang kering ga basah seperti umumnya mie goreng di resto china di Jeddah. Untuk minuman yang biasa kita pesan adalah Iced tea in jug, lumayan pas manisnya, tapi es batunya banyak beneerr.

Kami biasanya memesan sekitar 2-4 porsi, en jarang banget abis. Jadi akhirnya bungkuuus bawa pulang. Segitu banyak makannya dulu kita cuma bayar kurang dari 100 sar, karena rata2 harga per porsi adalah 15-25 sar. Tapi sekarang udah agak mahalan dikit,  sekitar 110-120sar. Makanya jadi restoran favorit kami. Murah, layanannya cepat (en masih bisa dilayanin walaupun lagi waktu tutup) dan banyak variety hidangan, meskipun rasanya sih need a little punch untuk lidah Asiaku.