King Abdulaziz University (KAU)

Posted on February 27, 2012 by

1


Contributor : Muhammad Yusuf

Begitu mendengar namanya,King Abdulaziz University (KAU), bagi sebagian teman-teman  di Indonesia pasti asing sekali. Tapi begitu tiba di Jeddah, pasti kesannya wah sangar, padahal….. (kita ikuti perjalanan saya belajar di King Abdul Aziz University yang saya bagi menjadi 6 bagian -red)

Apa yang orangtua pikirkan ketika saya belajar…
Orangtua atau ibu memikirkan pasti kita belajar menggunakan pakaian ala saudi arabia (Thobe) yang sangat kontras dengan pakaian pada umumnya yang kita jumpai di Indonesia. Dan sewaktu kuliah, pengantarnya menggunakan bahasa Arab. Padahal kenyataannya di KAU tidak seperti itu. Malah banyak sekali orang Saudi yang berpakaian lebih modern daripada saya. Hehehehe…. (Maklum tunggangannya beda :p -red). Dan untuk jenjang Master dan PhD disini, menggunakan pengantar bahasa Inggris. Untuk versinya tergantung lulusan mana si dosen tersebut. Kalo dosen Teknik biasanya lulusan Amerika, namun untuk dosen non teknik biasanya menggunakan british version karena banyak yang lulusan dari Britania.

Apa yang teman – teman pikirkan ketika saya belajar…
Teman – teman di Indonesia pasti membayangkan saya belajar di tempat yang panas, gersang, tandus seperti gambaran gurun pasir yang ada di Discovery Channel. Padahal kenyataannya disini ga begitu tandus, ga begitu gersang, dan untuk masalah panas, mungkin lebih panas sih iya. Tapi setidaknya saya sangat jarang menjumpai unta di jalanan Jeddah seperti layaknya unta di padang pasir😀

Apa yang masyarakat pikirkan ketika saya belajar…
Orang – orang berpikir bahwa saya belajar seperti di hall dengan ruangan yang megah dan fasilitas yang komplit. Padahal kenyataanya seperti itu. Saking komplitnya sampe ga pernah dipakai. Hanya whiteboard dan boardmarker ketika kuliah..😀

Apa yang saya pikirkan ketika saya belajar…
Sebenarnya disini saya pengin bisa rajin umrah (seminggu sekali) n bisa ibadah haji dengan gratis. Namun… (langsung ke topik selanjutnya biar penasaran dulu -red)

Apa yang sebenarnya saya pelajari….
Saya ga menyangka bahwa dosen2 di departemen saya lulusan universitas terkemuka di US. Hasilnya adalah homeworks alias pr – pr yang menumpuk dan kesempatan untuk bisa rajin umrah agak terhambat. Tapi asyiknya adalah dosen sini, kalo ga ngerti pasti diajarin sampai sedetil-detilnya biar kita paham. Tapi kalo kita bilang paham, dia akan balik tanya tentang apa yang diajarkan.. Hehehehe…

Mungkin demikian cerita saya tentang belajar di Jeddah,, semoga ini bisa menjadi cerita Jeddah yang informatif tapi easy reading😀