Hegemoni Indomie di Saudi

Posted on March 27, 2012 by

3


Kontributor : Jihan Davincka

“Enaknya disini Indomie cuma 4 ribu perak. Dijualnya juga di banyak tempat. Di semua toko Asia ada,” begitu kira-kira isi salah satu status di Facebook salah satu teman saya yang sedang bermukim di Sydney.

Saya senyum-senyum sendiri. Hm…4 ribu perak? Anda tahu berapa harga Indomie yang dijual bebas di Jeddah? 1SR! Hanya sekitar 2500 rupiah. Bahkan kalau Anda membeli di supermarket besar seperti HyperPanda bisa dibeli senilai 0.95SR per bungkus.

Bukan cuma harganya yang ‘menyenangkan’ tapi Indomie ini dijual dimana-mana. Di toko-toko Indonesia sudah pasti ada. Di toko kelontong lokal juga selalu ada. Di supermarket apalagiiii, menguasai satu rak penuh😀. Jadi seperti di Indonesia, Indomie itu termasuk makanan ‘wajib’ disini. Bukan cuma untuk pendatang asal Indonesia, dus-dus bertuliskan “Indomie” bisa ditemukan di troli belanjaan warga Arab sekalipun.

Sewaktu ke Singapura 4 tahun lalu, saya mengeluh karena biarpun Indomie juga bukan barang asing disana, tapi rasanya kok ‘aneh-aneh’. Gak cocok pula di lidah saya. Tapi di Saudi, Indomie yang umum dipasarkan memiliki rasa yang sama dengan yang kita kenal di Indonesia. Ada kaldu ayam, kari ayam, mie goreng, ayam bawang, ayam spesial, dan soto mie. Ditambah rasa seafood yang sepertinya khusus dijual di jazirah Arab saja, CMIIW. Mantap bukan?😉.

Kalau kangen dengan Indomie rasa nusantara, misalnya saya nih yang asli Makassar, Indomie rasa ‘coto makassar’ juga bisa ditemukan di toko-toko Indonesia yang tersebar di berbagai distrik di seluruh penjuru Jeddah.  Harganya juga sama, 1SR saja per bungkus.

Di salah satu ruas jalan tol menuju kota Makah, ada banner raksasa yang memuat iklan Indomie sebagai bukti betapa makanan satu ini sudah menancapkan kekuasaannya sebagai salah satu produk makanan yang digemari di Saudi. Iklan-iklan Indomie pun memiliki jam tayang cukup tinggi di beberapa stasiun televisi lokal Saudi. Sering juga, lho, menjadi sponsor acara-acara lokal disini.

Indofood sendiri selaku produsen dan distributor Indomie punya pabrik dan kantor disini. Karyawannya lumayan banyak dan rata-rata memang petinggi-petinggi nya dari Indonesia semua. Salah satu perkumpulan ibu-ibu yang paling solid disini ya perkumpulan ibu-ibu Indomie itu :D.

Menurut cerita yang berkembang, Indomie bisa menjadi hits di Saudi karena dibawa oleh para TKI (termasuk TKW) kesini. Katanya para TKW  kan banyak  yang menjadi pengasuh anak, anak-anak majikannya disodorin Indomie jadi pada doyan deh hingga dewasa dan kebiasaan menyantap mie instan ini berlangsung secara turun temurun. Para TKI yang mau praktis karena kebanyakan tidak membawa istri, masak Indomie merupakan salah satu alternatif utama. Dijamin enak dan anti repot. Para TKI/TKW tercinta ini banyak benar jasanya ya🙂.

Enaknya tinggal  di Jeddah, saat mudik ke kampung halaman, dan saat harus balik lagi ke kota ini, tak perlu lagi menjejali koper bawaan dengan bungkusan Indomie😉. Ah, tak salah memang, Indomie ini selalu dicari-cari dimana pun kita bermukim. “Berapa harga Indomie di tempat lo? Susah gak dapetnya?” adalah pertanyaan wajib buat siapa pun yang tinggal di luar negeri kalau sudah menyangkut urusan perut. Sebagaimana jargon di blog saya dan teman-teman lain yang tersebar di berbagai belahan dunia diluar tanah air :  “Far away from homeland… Indomie’s always the best!”😉.