Checkpoint antar Kota di Saudi

Posted on May 10, 2012 by

0


Kontributor : Jihan Davincka

***

“Oh, checkpointnya agak rame. Agak tersendat, nih.”  Saya lagi merem-merem pengin tidur. Jadi kaget dengar kata-kata suami saya barusan. “Ha? Checkpoint?”

“Iya. Kalau di Saudi ini tiap mau masuk ke kota lain, harus ngelewatin checkpoint dulu.”

Saya mendadak terjaga melihat seorang penjaga berpakaian ala militer memegang senapan panjang. Dia berdiri sekitar 50 meter di depan mobil kami. Antrian mobil mendadak terhenti. Teman si penjaga tadi, terlihat menunduk berbicara kepada pengemudi mobil paling depan.

Dasar penakut. Lutut langsung lemas. Idih, ngeri amat, sih. Ketika giliran kami melewati si duo penjaga tadi, takutnya minta ampun. Ternyata, si bapak pemanggul senapan dan temannya tadi, menengok ke arah kami saja tidak. Hahahaha.

***

Checkpoint itu apaan, sih?

Checkpoint ini diartikan sebagai titik pemeriksaan. Hampir semua kota di Saudi ini dilengkapi dengan pos penjagaan lengkap dengan petugasnya saat kita akan memasuki kota yang bersangkutan. Termasuk kota-kota kecil lho. Jadi, sebelum memasuki kota tertentu, kita harus melewati pos ini dulu.

Pos penjaga di salah satu checkpoint di Saudi (source : americanbedu.com)

Wah, kedengarannya kok sangar benar yah. Benar banget. Saya saja saat pertama kali tahu soal checkpoint ini sempat parno kalau mau ke luar kota. Saban ketemu checkpoint, gelisah sendiri.

Padahal yaaaaaa…. kadang, seringnya di kota kecil, checkpoint itu cuma semacam gardu mini saja. Malah petugasnya sering gak terlihat. Sekedar formalitas aja.

Tapi saat kita akan melewati pos penjagaan ini ya harus menurunkan kecepatan kendaraan. Gitu aja kok. Kalau pun ada petugas, kalau petugasnya sendiri, biasanya asiyk maenan HP, mungkin curhat ke pacar : “Yang, panas bener, disuru berdiri pula sendirian disini. Kamu sini dong!” ahahaaaiiiii….

Kalau petugasnya ada beberapa orang, mereka kadang asik ngobrol aja rame-rame. Tapi teteeeeppp, mesti pelan-pelan kalo lewat sini. Cool aja😛.

***

Yang agak ketat itu kalau memasuki kota-kota besar seperti Jeddah ini. Atau kalau memasuki tanah haram :  Mekkah dan Madinah. Apalagi pas musim haji, masuk Makah bisa ribet.

Kita tetap bisa memasuki Mekkah untuk ngunjungin sodara dari Indonesia atau untuk sekedar umrah, masih boleh. Lebih ketat lagi saat akan memasuki Makah menjelang wukuf. Selain untuk jemaah haji, Mekkah tertutup rapat.

Nah, kalau masuk Jeddah, seringnya memang tertahan agak lama saat melewati  si checkpoint. Selain karena pasti banyak mobil lah ya, mesti pelan-pelan, dan pasti ada penjaganya. Biarpun kadang cuma lihat-lihatan saja dengan penjaganya. Diberhentiin sih jarang banget.

Sempat tersendat-sendat rada macet lah kalo mau masuk Jeddah. Apalagi pas sore-sore di hari weekend (kamis dan jumat). Macet? oh tidaaaakkk, yaela…. paling ketahan 10 menitan doang. Kalo dah biasa di Jakarta sih, 10 menit mah keciiiillllll :P .

Antrian mobil di checkpoint (source : guardian.co.uk)

***

Tapi urusan checkpoint ini bukan perkara gampang buat para bujangan. Apalagi jika seisi mobil isinya laki-laki semua. Yang model gini potensinya besar buat diberhentiin dan ditanyain surat macam-macam. Kalau dalam mobil ada perempuan, apalagi ada anak kecil dan bayi pula, biasanya sih amaaaann, pasti lolos-lolos aja😉.

Sebenarnya kalo apes disuruh berhenti ya jangan takut juga. Paling cuma ditanyain kelengkapan surat-surat aja. Seperti SIM, STNK, dan Iqoma (resident permit untuk warga Saudi). Kendaraan yang diperiksa pun sifatnya random.

Kesimpulannya, ya jangan keburu jiper lah. Kalo udah sering bolak balik antar kota, paling ngelewatin checkpoint ini seperti layaknya melewati pompa bensin saja kok hehehehehe. Santaiiiiiii….^_^

Posted in: Random Info